NU News
PWNU Jatim Sebut Pemerintah Tak Mungkin Jadikan Tes PCR Ladang Bisnis
Kamis, 04 November 2021 - 20:26 WIB | Dilihat: 516 kali
PWNU Jatim Sebut Pemerintah Tak Mungkin Jadikan Tes PCR Ladang Bisnis
Ilustrasi PCR Kepada Pasien. (Foto: google.com)

NUKITA.ID, SURABAYA – Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menyebut bahwa pemerintah tidak mungkin menjadikan tes PCR sebagai ladang bisnis.  

Pernyataan tersebut disampaikan KH. Marzuki saat Peringatan Maulid Nabi, Rabu (3/11/2021) malam, seperti dilansir Times Indonesia. 

"Artinya seorang yang sekitar tujuh tahun menjadi kepala negara, tampilnya ya tetap seperti itu, asetnya wajar-wajar saja, kayaknya tidak masuk akal bagi kami kalau itu menjadikan ladang bisnis PCR," ujar KH Marzuki Mustamar di  Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Malang. 

Presiden Jokowi, kata Kiai Marzuki, merupakan seorang kepala negara yang sangat menjaga reputasinya. Oleh karena itu, tidak mungkin Presiden menodai reputasinya dengan menjadikan tes PCR sebagai ladang bisnis. 

"Jokowi itu orang Jawa, Mentaraman, Solo. Orang Jawa itu mending menjaga harga diri, mending menjaga reputasi. Meski berlapar-lapar," kata Pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Malang tersebut. 

Ia pun menafikan tuduhan terhadap dua menteri Jokowi yakni Luhut Binsar Panjaitan dan Erick Thohir yang mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari PCR. 

"Luhut itu orang kepercayaan Gus Dur. Kami tahu betul Gus Dur memverifikasi, mengansessmen seseorang. Sampai orang ini layak menjadi orang yang dipercaya itu tidak main-main," ungkapnya. 

Begitupula dengan Erick Thohir, kata KH Marzuki Mustamar, tidak mungkin melakukan apa yang dituduhkan yakni menjadikan tes PCR menjadi ladang bisnis. 

"Erick Thohir membangun masjid dimana-mana. Sejak sebelum jadi menteri, saat menjadi bosnya tim Inter Milan. Di sana juga membangun masjid," kata Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. 

Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar menyatakan, selama masih ada kasus, maka perlu dilakukan tes PCR terutama yang naik pesawat terbang baik antar pulau maupun ke luar negeri. (*)

Pewarta
: Muzayid
Editor
: Tim Nukita